Sebelum Kawin, Ketahui Dulu Soal Pemerkosaan dalam Rumah Tangga!

07.00.00

pemerkosaan dalam rumah tangga

"Akan kuhalalkan kau bagiku, dik."
"Halalkan aku, abang."

Iya, emang gak sedikit dari kita yang pengen cepetan nikah karena sudah kebelet beberapa hal, termasuk 'begituan'. Memang nantinya kamu diperbolehkan untuk 'begituan' sama pasangan kamu, bahkan kata sebagian orang, istri wajib melayani suami di atas ranjang. Wah, para cowok enak banget dong ya?

Eits, ini gak berarti para suami bisa seenaknya 'memakai' istrinya. Kok?

Tahukah kamu, bahwa pemerkosaan itu bisa terjadi di dalam pernikahan? Tidak perlu ada genderuwo nyamar jadi suami, bahkan yang ori dan resmi pun bisa saja memerkosa istrinya.

Definisi pemerkosaan atau rape dalam kamus Oxford adalah crime of forcing another person to have sexual intercourse with the offender against their will. Siapapun yang melakukan seks karena dipaksa, mereka sedang diperkosa.

Lebih jelas lagi, menurut pasal 8 UU no. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, pemaksaan hubungan seksual dalam lingkup rumah tangga itu dilarang loh. Artinya, biarpun sudah menikah, persetujuan kedua pihak untuk berhubungan badan tetap diperlukan. Kalau dipaksa, tinggal hubungi Komnas Perempuan* atau kepolisian!

pemerkosaan

Pentingnya persetujuan
Consent atau persetujuan - dalam bersetubuh - berarti kedua orang harus setuju dan tanpa paksaan melakukannya, dan harus berhenti saat salah satu pihak sudah tidak menginginkannya.

Memang, gak sedikit yang menggunakan berbagai dasar untuk memaksa istri untuk bersetubuh. Bahkan, ada yang bilang bahwa melayani hasrat suami apapun kondisinya adalah suatu hal yang sungguh mulia.

Atau saking mulianya, kalau nggak diturutin, nyawa bisa melayang kayak di kasus ini (klik). Waduh, kok cinta sejati dijadiin kayak barang?

Nah, bagaimanakah rasanya bercinta dalam paksaan? Suami puas, istri menangis. Nggak jauh beda sama pemerkosa dan korbannya, kan? Kekerasan dalam rumah tangga tidak melulu soal pukul-memukul dan luka fisik. Luka mental dan batin juga termasuk.

Lalu bagaimana dong kalo udah 'kebelet'?
Diskusikan berdua sebelum kepingin, meski diskusi tidak selalu berujung pada persetujuan.

Dengan pihak yang lagi kepingin mengalah, nantinya pasangan malah akan makin sayang ke kamu yang sudah, tetap, dan makin pengertian.

Karena memang pernikahan tidak melulu tentang seks dan istrimu bukanlah barang kepunyaanmu.

***

*P.S:

Kamu korban? Melihat adanya korban kekerasan dalam rumah tangga? Segera hubungi Komnas Perempuan pada nomor 021-3903963

You Might Also Like

0 komentar

Like Fanpage Kebelet Kawin

Follow Instagram @Kebelet.Kawin

About Us

Kebelet Kawin adalah website renyah yang menyediakan tulisan-tulisan untuk kawula muda yang sudah sabar ditanya, "Kapan Nikah?"

Subscribe