Pilih Jodoh Sendiri Atau Dijodohin, Mblo?

13.00.00

cari jodoh

Jodoh memang sebuah misteri. Siapa, kapan dan akan bertemu di mana hanya Tuhan yang tahu. Beberapa teman yang udah menikah bilang kalau jodoh terkadang datang dengan cara-cara yang gak terduga. Merajut tali kasih bertahun-tahun, menghabiskan banyak waktu dan tenaga buat jalan bareng, eh ternyata putus, nikahnya malah sama orang lain, nyesek coy! Atau ada juga nih, yang hari ini baru dikenalin dengan keluarganya, eh esoknya langsung akad nikah. Ya namanya juga udah jodoh, ye kan? 

Nah, ngomong-ngomong soal jodoh nih, emang kalau kita bisa nawar mah, pengennya hasil pilihan sendiri, sosok yang udah lama kita kenal. Tapi terkadang orangtua juga suka ikut sibuk nih mempersiapkan calon mantunya. Bingung kan, mau keukeuh dengan pilihan sendiri atau nurut sama orangtua? 

Berikut kami uraikan plus minus pilih jodoh sendiri atau dijodohkan dalam 3 poin untuk bekal menuju pelaminan dan mengarungi bahtera rumah tangga nanti. Bacalah dengan saksama:

1. Cinta & Kenyamanan

jatuh cinta

Pilihan Sendiri: Tentunya kalau berbicara soal cinta dan kenyamanan, sosok pasangan pilihan sendiri lebih pas. Karena secara kita udah mengenal watak dia lebih dalam, bahkan mungkin sampai tau jam makan, jam pulang kerja, dan jam tidurnya, jadi udah pasti ga perlu adaptasi lagi nih, tinggal mengatur jam "bermain malam", uhuk!

Dijodohin: Beberapa orang yang dijodohkan bilang, urusan cinta belakangan. Bisa aja sih kayak gitu, tapi kan urusan pernikahan bukan soal coba-coba, kita juga harus tau perilakunya seperti apa. Gimana kalau ternyata dia tukang ngupil pake jempol kaki? Atau ternyata dia itu seorang penyuka gaya seks BDSM (Bondage and Discipline, Sadism and Masochism)? Bisa jadi riwayatmu selesai diujung pecut, Nak!

2. Restu

Jodoh... Good! *plesetan iklan Mazteen*

Pilihan Sendiri: Untuk urusan restu dari calon mantu hasil pilihan sendiri, agak berat nih. Kalau mau lulus harus dipastikan pakai pensil 2B, eh bibit, bebet dan bobot pacarmu itu udah oke. Yakinkanlah calon mertuamu dengan masa depan yang gemilang untuk anaknya, kalau perlu bawa Daftar Riwayat Hidupmu juga, asal jangan bawa daftar riwayat mantanmu!

Dijodohin: Secara sebelumnya orangtua pasti udah membina hubungan baik dengan orangtua dari sang calon suami, untuk urusan restu gak usah dikhawatirkan lagi, udah pasti dalam genggaman. Para orangtua kedua belah pihak hanya tinggal menunggu jawaban dari anak-anaknya untuk bilang "iya".

3. Kemapanan

cowo sukses

Pilihan Sendiri: Patut disyukuri, jika memang calon suamimu udah mapan. Apalagi kesuksesannya itu diperoleh dari hasil dukunganmu, yang setia mendampinginya saat berjuang dari titik nol. Nah, lalu bagaimana jika belum mapan? Ya, berjuang bersama itu memang nikmat, sepiring berdua itu memang romantis. Tapi harus dipertimbangkan kalau pernikahan bukan soal cinta semata, karena dapur gak bisa ngebul dengan dikasih cinta doang, perut gak bakal bisa kenyang juga dengan cinta, dan yang paling penting, bibir gak bakal bisa merah merona dengan diolesin cinta doang!

Dijodohin: Kalau urusan kemapanan, kalau dijodohin udah pasti aman. Karena biasanya udah pasti pilihan orangtua itu yang terbaik untuk anaknya saat kehidupan pasca pernikahan nanti. Orangtua gak mungkin berani menitipkan anaknya pada orang yang belum tentu bisa membahagiakan anaknya.

Jadi, gimana menurutmu? Mending dengan pilih jodoh sendiri atau dijodohin orangtua? Apapun pilihannya, selama kamu nyaman menjalaninya sih, oke-oke aja lah, ya. (EU)

You Might Also Like

1 komentar

  1. Dijodohin jg gapapa. Asalkan pedekate dulu dan ada opsi utk nolak. Jika cewenya cantik, dan kepribadian oke, langsung angkut.
    Iya, bagi gue cantik luar dalam itu penting.

    BalasHapus

Like Fanpage Kebelet Kawin

Follow Instagram @Kebelet.Kawin

About Us

Kebelet Kawin adalah website renyah yang menyediakan tulisan-tulisan untuk kawula muda yang sudah sabar ditanya, "Kapan Nikah?"

Subscribe