Mengapa Banyak Orangtua Kebelet Ingin Lihat Anaknya Kawin?

05.58.00

kebelet kawin
Mak, mau kawin, Maaaak.
Selain kita yang kebelet kawin, banyak orangtua yang juga kebelet ingin melihat anaknya duduk di pelaminan bersama orang yang dipercaya akan menggantikan perannya. Pertanyaan “kapan nikah?” pun akhirnya menjadi pertanyaan rutin yang diajukan kepada sang anak oleh para orangtua. Pusing kan jawabnya? Apalagi buat kamu yang sedang fokus-fokusnya membangun atau mengembangkan karir, pertanyaan “kapan nikah?” yang selalu diajukan orangtua kamu pasti lama-lama menjadi salah satu beban pikiran. 

Gak usah dipikirin, namanya juga hidup. Kita jalan ke kanan, sebagian orang kepingin lihat kita belok ke kiri. Nah, sama dengan beban pikiran dari pertanyaan “kapan nikah?” yang seringkali diajukan banyak orangtua, kamu juga harus memikirkan hal-hal berikut mengapa banyak orangtua kebelet ingin lihat anaknya kawin?

Mumpung Masih Ada Umur

kebelet kawin
Mumpung masih ada umur, gak salah dong pengen lihat anaknya nikah?

Seringkali sebagian dari anak muda terlalu fokus memikirkan karir yang sedang dibangunnya di usia produktif. Tapi, apa pernah kamu berpikir bahwa orangtua kamu sudah gak termasuk dalam kategori usia produktif? Dulu kita melihat orangtua kita masih berdiri dengan gagahnya. Berlari kencang ketika melihat kita dengan ceroboh menyebrang jalan seenaknya. Rela begadang hingga malam menunggu kita pulang ke rumah dengan selamat. Sekarang, usia mereka mungkin sudah gak produktif lagi, tapi apa mereka gak boleh berharap masih diberikan umur untuk menyaksikan anak-anaknya berbahagia di pelaminan?

Namanya juga hidup, kita gak akan pernah tau apa kita masih bisa melihat orangtua tersenyum manis ketika kita duduk bahagia di pelaminan nanti. Alasan para orangtua ini memang cukup membuat hati kita bergetar memikirkannya. Memang yang namanya umur hanya Tuhan yang tahu. Tapi sebagai manusia, banyak orangtua yang berharap masih bisa menyaksikan anak-anaknya menikah dengan bahagia dan menghasilkan keturunan yang diidam-idamkan selama ini.

Terlalu Memikirkan Apa Kata Orang Lain

kebelet kawin
Anak tetangga sebelah sudah menikah. Anakku kapan?

Kamu mungkin bukan salah satu orang yang peduli dengan komentar orang lain. Sebut saja tetangga, misalnya. Banyak melakukan aktivitas di luar rumah atau gak terlalu sering bersosialisasi dengan tetangga di sekitar rumah membuat kamu gak peduli atau gak memikirkan komentar orang lain tentang hidup kamu. 

Sebut saja kamu sudah terlalu sibuk memikirkan hal lain sehingga gak sempat untuk memikirkan apa kata orang lain. Eits, belum tentu orangtuamu bersikap yang sama dengan apa yang kamu lakukan. Apalagi melihat kamu yang baru merayakan ulang tahun yang kedua puluh sekian, banyak orangtua bertambah khawatir dan akhirnya kebelet melihat anaknya cepat-cepat menikah. 

Mengapa?

Banyak orangtua yang terlalu memikirkan apa kata orang lain atau tetangga sekitar. Melihat kamu yang terlalu fokus bekerja dari pagi sampai malam membuat orangtua takut kalau kamu lebih senang menjalani hidup tanpa suami atau istri yang menemani. Akhirnya kamu menempatkan kata “menikah” pada to do list hidup di nomor yang ke sekian atau bukan menjadi skala prioritas yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut yang membuat komentar orang lain atau tetangga menjadi beraneka ragam. Orangtua mana yang rela anaknya menjadi bahan komentar orang lain. Terkadang semakin tua usia, semakin baper lah seseorang. Gitu juga orangtua, baru mendengar komentar orang lain sedikit aja, sudah sakit hatinya. Alhasil, karena terlalu memikirkan apa kata orang lain, banyak orangtua yang kebelet melihat anaknya kawin. 

Kepingin Cepat Menimang Cucu

kebelet kawin
Menimang cucu adalah kebahagiaan setiap orang tua kita, loh

Selain berharap masih bisa melihat anaknya menikah dengan orang yang dicintai, keinginan terpendam yang satu ini juga menjadi alasan terkuat sebagian orangtua kebelet banget mau nikahin anaknya. Ya, menimang cucu. Seringkali para orangtua merasa iri melihat teman-teman “seangkatannya” sudah bermain dengan cucu-cucu lucunya. Gak perlu penjelasan yang lebih dalam lagi, menimang cucu itu kebahagaiannya sama besar dengan merawat kamu sebagai anaknya. Kasih sayang orangtua kamu bahkan gak putus di kamu aja, tapi cucu yang belum dilahirkan pun sudah dinanti-nanti kedatangannya.

Serah Terima Tanggung Jawab

kebelet kawin
Mama Papa mau lihat kamu nikah nih, kapan dong?

Serah terima jabatan sebuah posisi aja mesti jelas bibit, bebet, bobotnya. Apalagi menyerahkan tanggung jawab ke orang yang akan menghabiskan hidup bersama kamu. Banyak orangtua yang kebelet melihat anaknya menikah karena mereka tidak mau menyerahkan tanggung jawab ke orang yang salah. Mereka menginginkan serah terima tanggung jawab ke orang yang tepat yang akan menggantikan orangtuamu. Apalagi kalau kamu anak perempuan, penting bagi orangtua menyerahkan kamu ke orang yang tepat. Karena setelah menikah, tanggung jawab atas anak perempuan sepenuhnya diserahkan ke suaminya. Mumpung masih ada umur, orangtua pun kebelet ingin anaknya segera menikah supaya mereka bisa menyaksikan siapa yang akan mendampingi anaknya.  

Gak Mau Kalah

kebelet kawin
Punya resepsi nikahan mewah? Siapa yang gak mau?

Kamu pikir persaingan cuma ada di duniamu aja? Jangan salah, orangtua kita juga gak mau kalah saing dengan teman-teman sebayanya yang udah menimang cucu. Apalagi kalau saingannya sudah menikahi anaknya dan mengadakan pesta meriah yang besar-besaran, pasti panas deh ngeliatnya. Bawaannya pengen maksa kamu aja terus buat buru-buru tetapin tanggal padahal calonnya belum ada. *eh

Nah, kalau ditanya orangtua “kapan nikah?” kamu gak boleh menjadikannya sebagai beban pikiran kamu. Tapi kamu juga harus memikirkan apa yang orangtua kamu rasakan. Setiap orangtua itu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Karena kebahagiaan orangtuamu, adalah surga yang kamu cari selama ini. (NS)


You Might Also Like

0 komentar

Like Fanpage Kebelet Kawin

Follow Instagram @Kebelet.Kawin

About Us

Kebelet Kawin adalah website renyah yang menyediakan tulisan-tulisan untuk kawula muda yang sudah sabar ditanya, "Kapan Nikah?"

Subscribe